REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nur Hasan Murtiaji dari Makkah
MAKKAH -- Jamaah Haji Indonesia mulai bergerak dari pemondokan mereka di kota Makkah menuju Arafah Ahad (13/10) pagi.
Jamaah haji dari seluruh dunia yang berkumpul di Makkah akan melaksanakan wukuf di Arafah pada Senin (14/10) bertepatan dengan 9 Dzulhijjah.
Pantauan Republika, jalanan di Kota Makkah mengalami kemacetan sejak Sabtu malam hingga Ahad siang. Bus-bus pengangkut jamaah berukuran besar mau pun kecil atau coaster mendominasi jalanan di pusat Kota Makkah menuju Arafah dari berbagai penjuru.
Pada Sabtu malam, sejumlah bus pengangkut jamaah yang ingin melaksanakan tarwiyah, parkir sembarangan. Akibatnya, lalu lintas terhambat, seperti di daerah Misfalah, Maabdah dan Jarwal.
Jamaah yang berangkat ke Arafah dari arah Terowongan King Fahd,sebelah timur Arafah, tampak ramai sejak Ahad dini hari. Mereka ada yang berjalan kaki secara berkelompok, berombongan bersama keluarga, dan ada pula yang menggunakan bus besar.
Petugas kepolisian Saudi berjaga di depan mulut terowongan. Mereka melarang kendaraan yang tidak berstiker khusus memasuki wilayah Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina). Sejumlah kendaraan tanpa stiker terpaksa diperiksa aparat karena memaksa masuk ke area Mina.
Munib, jamaah asal Kabupaten Lumajang, Embarkasi Surabaya, bersiap menuju Arafah selesai shalat Zuhur. Segala persiapan menuju Arafah untuk wukuf sudah dia persiapkan. ''Saya tinggal menunggu perintah untuk berangkat,'' kata Munib, Ahad (13/10).
Sebagian jamaah, termasuk jamaah haji Indonesia sejak Sabtu (12/10) malam sudah mulai bergerak menuju Mina melaksanakan tarwiyah. Mereka mabit di Mina sebelum bergerak ke Arafah.
Dwi Kurniawan, jamaah haji asal London, Inggris, berangkat pada Ahad selepas Shubuh menuju Mina untuk tariwyah. Warga Indonesia yang sedang kuliah di Inggris itu, akan bergerak ke Arafah pada Senin pagi. ''Sekarang masih bermalam di tenda Mina,'' kata Dwi yang alumnus Teknik Industri ITB itu.
Pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arafah, dibagi dalam dua kelompok berdasarkan urutan maktab, yakni maktab satu hingga 50 melalui pintu satu dan maktab 50-100 melalui pintu tiga Arafah.
Berdasarkan jadwal pemberangkatan jamaah haji Indonesia yang dikeluarkan Satuan Operasional Armina Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, bus pertama diberangkatkan sejak pukul 07.00. Adapun, bus terakhir diberangkatkan pada pukul 12.00.
Sebanyak 240 jamaah haji Indonesia sakit akan disafariwukufkan.Setiba di Arafah, jamaah haji Indonesia akan menempati 48 maktab dengan nomor maktab satu hingga 100. Satu maktab berisi 350 tenda dengan 3.200 jamaah.
Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Slamet Effendy Yusuf mengingatkan jamaah untuk mengutamakan ibadah wajib dan tidak melakukan kegiatan lain selama di Arafah, misalnya ke Jabal Rahmah.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, selama di Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina), aspek keamanan dan transportasi menjadi perhatian untuk meminimalkan jamaah yang tersesat. ''Petugas harus menempati pos masing-masing, khususnya di titik-titik kritis dan rawan jamaah tersesat,'' kata Slamet.
No comments:
Post a Comment